Jumat, 12 September 2014

WINGKO BABAT





Hari ini pengen buatin papanya anak-anak kue kesukaannya, gak susah sih bikin kuenya, tapi karena seleranya si papa ini berbeda banget sama aku dan anak-anak jadi selama ini suka beli aja kalau papanya anak-anak kepengen makan kue wingko ini. Pernah bikin sih dulu ( udah lama banget ) hihihihi  tapi  gak dicetak seperti ini. Jadi adonan udah jadi di tuang diloyang lalu dioven, alamakkkk lama ngoven wingkonya, jadinya maleslah mau bikin lagi. Nah hari ini berhubung mau nyenengin si papa, hihihihi gayanya yaa ( bukan karena ada maunya lhoo yaa ) tapi karena papa udah bisik-bisik mau gantiin hape lama yang sering error, tiap ada BBM or SMS suka telat masuknya,kalau udah gini yang repot kan si papa sendiri  ....eitsss jadi apa donk kalau bukan karena ada maunya..... beda tipis kali yaa, karena bukan saya yang minta, tapi karena kemauan si papa sendiri yang mau gantiin :)

Jiahhh jadi cerita panjang lebar, yukkk ahh kembali ke wingko ini. Wingko yang saya buat dulu tanpa ada campuran tepung tapioka dan santan. Nah saya tuh kepengennya wingko yang teksturnya seperti yang dibeli di toko kue langganan kenyal-kenyal gitu. Search di geogle, intip resep Mbak Ariesta, menurut mbak Ita ini wingkonya enak, dan lihat bahannya saya juga tertarik ada penggunaan tepung tapioka,,,, bisa dibayangkan kan kalau ada tepung tapiokanya pasti deh ntar jadinya kue wingko ini menul-menul ,jadi gak sabar pengen nyobain resepnya. 

Hari ini pulang kantor lebih awal. udah diniatin bikin wingko, jadi semua bahan disiapin dari pagi.
Bikin satu resep dari mbak Ita hasilnya lumayan banyak lho, jadi buat yang mau coba bikin,  kalau di rumah gak banyak orang yang buat incip-incip  lebih baik bikin satu resep aja yaa. Saya pakai snack maker hasilnya 15 biji. Banyak kan,,,, ini aja aku kirim ke mama sama budhe. Secara di rumah yang suka cuma papanya anak-anak. Saya makan satu aja udah kenyang.  Menurut mama dan budhe "enak ". 










Resep asli bisa di lihat di Mbak Ita " Dapur Griya Khayangan ", resep yang saya tulis udah ada yang saya sedikit modifikasi. 
Terimakasih buat mbak Ita share resepnya,... enak mbak wingkonya :)

WINGKO BABAT

Bahn :
  • 150 gr tepung ketan putih
  • 50 gr tepung tapioka
  • 40 gr kelapa setengah tua, parut
  • 250 gr gula pasir
  • 2 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 250 ml santan kental dari 1/4 butir kelapa
  • 100 gr margarin,cairkan
  • 1 butir telur kocok lepas
  • 1 sdm minyak goreng
Cara membuat :
  1. Campur tepung ketan putih, tepung tapioka, kelapa parut, gula pasir, vanili bubuk dan garam. Aduk rata dengan tangan sambil diremas-remas sampai tercampur rata.
  2. Tuang santan dan margarin sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan diremas-remas supaya gula larut.
  3. Masukkan telur dan minyak goreng, aduk lagi sampai adonan tercampur rata dan kental.
  4. Panaskan cetakan  ( snack maker atau cetakan lumpur ) oles dengan margarin, Tuang adonan sampai penuh, karena adona tidak mengembang. Setelah bagian bawah sudah berwarna kekuningan balik wingko dan panggang kembali sampai berwarna kekuningan seperti bagian yang bawah.
  5. Angkat dan dinginkan.
* Untuk penggunaan snack maker, setelah nyetak adonan kedua cetakan tidak usah dioles margarin.
* Kue wingko ketika diangkat akan sedikit kaku tapi setelah hangat dan dingin kue menjadi lemas     tidak kaku.










Rabu, 10 September 2014

TERONG MASAK KECAP



Sayur terong ,,,,semua pasti udah pada tau yaa, di rumah suami sama anak-anak mau makan kalau terongnya dimasak pakai kecap. Dan sayapun suka kalau dimask seperti ini, masakan seperti ini jadi mengingatkanku pada almarhum ayah saya. Beliau juga suka terong dimasak kecap ini, jadi kangen Almarhum.... :(

Terong dimasak kecap ini paling enak kalau terongnya masih muda, gak tua-tua gitu, rasanya jadi manis. Hihihihi ini masakan simple tapi bikin semua di rumah lahap maemnya. Jarang-jarang sih dapet terong yang baru metik, nah kebetulan ini baru metik jadilah beli banyak, di desa soalnya yaa, beli 5000 ribu aja udah dapet 15 biji..... hahaha gak akan habis kalau dimasak sendiri, bisa sampai layu di kulkas. Di kirim ke mamaku aja mentahnya, soalnya di rumah mama lagi banyak orang . Jadi dijamin gak akan sampai layu dan ga mubazir pastinya. Yang bikin aku ketawa waktu mbak Dinda maem bilang  " ma, ini terongnya kok gatel yaa, " haaaaaa? emangnya ada terong yang bikin gatel waktu dimakan yaa nak.... perasaan yaa gak ada, kalau mentahnya sih iyaa di tangkainya itu kayak ada yang bikin gatel. Tapi yang bikin seneng dari masakan ini, anak-anak kalau libur minta dibikinkan lagi. Bukan karena masakan mahal yang bikin anak seneng, masakan murahpun kalau anak-anak suka pasti diinget yaaa. Jadi bangga campur seneng gimana gitu kalau masakan kita diinget sama anak-anak.







TERONG MASAK KECAP

Bahan : 
  • 6 buah terong ukuran sedang
  • 5 butir bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 1/4 sdt terasi yang sudah digoreng
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong menjadi 4 bagian
  • cabe rawit secukupnya
  • gula, garam dan kecap secukupnya
Cara membuat :
  1. Potong terong menjadi 3 bagian, lalu belah menjadi 2.
  2. Goreng terong sampai layu dan matang. Sisihkan.
  3. Tumis bawang merah, bawang putih, sampai harum, masukkan tomat gula dan garam aduk sampai layu. tambahkan air kira-kira 100 ml, tambahkan kecap. Didihkan.
  4. Masukkan terong dna cabai rawit, aduk rata. Masak sampai air dan bumbu meresap.
  5. Angkat, sajikan hangat.




Senin, 08 September 2014

BANANA MOCHACINO




Cookies ini bikinnya khusus buat Challenge 16 IDFB " Kue Kering " Sejak pertama kali diumumkan challenge ini langsung deh yang ada dipikiran bikin cookies yang ada pisangnya aja, selain anak-anak suka biar cookiesnya juga laris manis di rumah. Ini salah satu cookies favorit di rumah, resepnya dapat di buku resep aneka kue kering. 
Nah untuk cookies ini pisangnya pilih yang bener-bener mateng biar harum, dan aroma pisangnya terasa. 








Langsung saya tulis ulang resepnya yaa,....

BANANA MOCHACINO

Bahan :
  • 175 gr margarin 
  • 75 gr gula tepung
  • 100 gr pisang ambon, haluskan
  • 2 kuning telur
  • 225 gr tpung terigu protein rendah
  • 26 gr tepung maizena
  • 1/4 sdt baking powder
  • 20 gr susu bubuk
  • 2 sachet ( 40 gr ) mochacino bubuk siap pakai
  • 100 gr kacang mede, cincang kasar
Bahan tambahan :
  • 10 gr gula pasir kasar
Cara membuat :
  1. Kocok margarin dan gula tepung 45 detik.
  2. Masukkan pisang ambon. Kocok rata. Tambahkan kuning telur satu persatu sambil dikocok rata.
  3. Masukkan tepung terigu, tepung maizena, baking powder dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata.
  4. Tambahkan mochacino dan kacang mede. Aduk rata.
  5. Sendokkanke loyang yang sudah dioles margarin . Taburkan gula pasir kasar di atas tiap kue.
  6. Oven 30 menit dengan suhu 150 C.
Tips :
  • Beri jarak saat menyendoki adonan agar saat melebar tidak saling menempel
  • Pisang ambon dihaluskan menjelang dimasukkan ke adonan agar pisang tidak menjadi cokelat.





Kamis, 04 September 2014

CAKE MARMER LABU KUNING


Masih ada labu yang sudah dihaluskan sisa bikin kue lumpur kemarin, nahh kapan hari itu mbak Citra Ummu Fatima bikin cake marmer yang kliatan banget enaknya dan  saya langsung bookmarks resepnya. 
Huhuhuhu setelah cakenya mateng aku potong kok gak sesuai dengan punya mbak Citra Ummu Fatima, cek resep ternyata ada salahnya. Di resep mbak Citra gak ada Cake emulsifiernya, punyaku ada. Jadinya ngembang deh cakenya, kalau rasanya sih enak berasa labunya, moist udah pasti yaaa. Salah baca resep jadi beda hasilnya, hihihihihi jadi seperti sponge cake .
Next mau coba lagi, belum puas ceritanya dan masih penasaran  dengan teksturnya, tengkiyuuuuu yaaa mbak Citra Ummu Fatima share resepnya.....






CAKE MARMER LABU KUNING

Bahan :
  • 4 butir telur
  • 200 gr labu kuning setelah dikukus (  haluskan )
  • 150 gr tepung terigu
  • 100 ml minyak sayur
  • 100 gr gula pasir
  • 2 sdm cokelat bubuk, larutkan dengan sedkit air panas
Cara membuat :
  1. Panaskan oven dengan suhu 190'c
  2. Kocok telur dan gula pasir dengan kecepatan tinggi hinga adonan mengembang ( sekitar 5- 10 menit )
  3. Turunkan kecepatan mixer sampai kecepatan paling rendah, masukkan tepung terigu, aduk perlahan setelah rata masukkan kabocha, aduk rata.
  4. Masukkan minyak sayur, aduk asal rata. Matikan mixer.
  5. Ambil 2 sendok sayur adonan, tambahkan cokelat bubuk yang sudah dilarutkan dengan sedikit air panas, aduk rata.
  6. Tuang adonan kuning di loyang ukuran 18x18 cm yang sudah dioles minyak.Kemudian tuang adonan cokelat diatasnya  di beberapa titik.Buat motif marmer dengan menggunakan sumpit atau garpu.
  7. Oven sampai matang .



Rabu, 03 September 2014

TRIPLE CHOCOLATE BROWNIES


Duhhh ceritanya ini lagi ngikutin booming brownies di group, kemarin udah bikin yang brownies setengah kilo atau serba 500 gr punya teh Nicke, nah sekarang gantian bikin resepnya Ummu Allegra yang sama Ummu disebut brownies triple Chocolate sungai....motif atasnya itu lhoo yang seperti aliran air sungai seksiiiii banget. Pokoknya top deh Ummu Allegra hasil dari percobaan di dapurnya membuat ibu-ibu jadi demam brownies ini.








BROWNIES TRIPLE CHOCOLATE
Source : Ummu Allegra

Bahan :
  • 6-7 butir telur
  • 400 gr gula pasir ( saya pakai 300 gr )
  • 250 gr gula palem
  • 225 ml minyak goreng
  • 1-2 sdt vanili bubuk
  • 150-200 gr Dark Cooking Chocolate ( saya pakai 200 gr ) tim hingga leleh
  • 400 gr tepung terigu
  • 1 sdt baking powder
  • 11/2 sdt soda kue ( saya pakai 1 sdt )
  • 50 gr cokelat bubuk ( saya pakai bensdrop )
  • 4 sdm susu kental manis coklat ( tambahan dari saya )
Cara membuat : 
  1. Panaskan oven 190'c. Kocok telur, gula pasir, gula palem , vanili dengan mixer kecepatan paling rendah selam 2-3 menit saja. Hanya sampai gula larut. Waktu mixer jangan searah, lakukan bolak balik supaya adonan tidak menjadi cake tang mengembang.
  2. Masukkan campuran tepung terigu, cokelat bubuk, baking powder dan soda kue, aduk rata. Masukkan minyak dan cokelat leleh, aduk rata. ( sisakan 5 sdm cokelat untuk motif aliran sungai )
  3. Tuang di loyang 30x10x4cm yang sudah dialas kertas roti ( 3 buah loyang ). Beri cokelat leleh buat gurat-gurat dengan menggunakan sendok atau spatula. Taburi cokelat chips. Oven sampai matang sekitar 30 menit ( bagian tengah masih basah tapi begitu dingin akan set )










BROWNIES SETENGAH KILO


Brownies yang lagi booming di Group NCC baru-baru ini resep dari Teh Nicke DKania Hoesein . Setelah lihat pertama kali diposting di Group besoknya langsung aku bikin, tapi aku pakai dikukus sedangkan resep asli dioven.
Brownies ini rasanya enak juga lho, moist. Dan yang aku suka waktu dikukus ada retaka-retakan juga. Jadi suka lihatnya. Next mau coba yang dioven juga.... 








Langsung aku tulis ulang resepnya yaa,,,,

BROWNIES SETENGAH KILO

Bahan : 
  • 500 gr telur ( 8 butir )
  • 500 gr gula pasir 
  • 500 gr tepung terigu
  • 500 gr Dark Cooking Chocolate ( lelehkan )
  • 50 gr cokelat bubuk ( saya pakai Bensdrop )
  • 500 gr minyak dan mentega / margarin ( 250 gr minyak dan 250 gr mentega dicairkan )
Tambahan untuk selera (optional ) :
  • vanili bubuk
  • 100 gr susu bubuk
  • 2 sdm nescafe ( cairkan dulu dengan sedikit air panas )
Cara membuat :
  1. Siapkan loyang ukuran 30x10x4cm,  oles dengan sedkit margarin dan dialas kertas roti
  2. Lelehkan cokelat dan margarin
  3. Kocok telur dan gula hingga putih dan kental, masukkan tepung, cokelat bubuk dan vanili, aduk rata
  4. Masukkan minyak, margarin dan cokelat leleh, aduk rata.
  5. Tuang di loyang, oven sampai matang.
Makasih resepnya teh Nicke ....^ _* browniesnya asli keren......








Minggu, 31 Agustus 2014

KUE LUMPUR LABU KUNING



Sebenernya bikin kue lumpur ini dah minggu-minggu kemarin, berhubung dedek Kenzie sakit, rewel pastinya yaa dan  otomatis mamanya kecapekan jadi males untuk posting. Baru hari ini disempatkan posting soalnya kalau nurutin rasa males jadi numpuk-numpuk fotonya. Ini juga sayanya lagi gak enak badan, batuk dan flu melanda,,,, :(

Kembali ke ceritanya kue lumpur ini, labu yang saya dapat ini udah lama dikasih sama mbah-mbah yang jualan di pasar, si mbah ini suka banget kalau aku ke pasar bareng mbak Dinda, makanya tiap ketemu pasti ada aja yang dibawain, ada pisang yaa pisang ada labu yaa labu ada nangka yaa nangka. Tiap dibayar gak mau, katanya buat genduk ( genduk = anak kecil jawa ). Berhubung maksa-maksa yaa udahlah dibawa aja, tapi besuk-besuk kita sembunyi dari si mbah kalau ke pasar yaa mbak Dinda *_^


Mbak Dinda suka banget sama kue lumpur, nah saya kan blm pernah bikin kue lumpur pakai labu, jadi gak ada salahnya juga ini labu di eksekusi jadi kue lumpur, dalam bayangan udah pasti kliatan cantik dari warna kuningnya....
Makanya waktu libur kemarin aku langsung bikin, da resepnya aku pakai dari NCC
Berikut aku tulis ulang resepnya....

KUE LUMPUR LABU KUNING

Bahan :
  • 300 ml santan, sedang kentalnya
  • 1/2 sdt garam
  • 2 butir telur
  • 150 gr labu kuning, kukus haluskan
  • 130 gr tepung terigu
  • 120 gr gula pasir
Cara membuat :
  1. Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan labu kuning halus, aduk rata. Tuangi santan secara bertahap sambil diaduk rata.
  2. Panaskan cetakan kue lumpur, tuang adonan 3/4 penuh. Tutup biarkan setengah matang, buka tutupnya hias dengan kismis.
  3. Tutup lagi masak sampai matang, Angkat.
****  Saya tidak pakai mixer cuma pake whisk aja.
****  Saya memakai 150 gr labu yang sudah  matang dan dihaluskan.
****  Saya tambahkan 3 sdm susu kental manis diadonan
****  Saya tambahkan 50 ml santan dan 75 margarin dicairkan






Selasa, 26 Agustus 2014

PUDING DOUBLE COKELAT




Bismillah....
Puding double cokelat atau sering aku bilang puding super nyokelat ini dibikin hari minggu kemarin, dedek Kenzie badannya panas kayak mau tumbuh gigi, dan pastinya gak mau makan apapun karena sakit katanya. Minum susunyapun juga susah. Akhirnya aku akalin aja bikin puding kesukaannya. Tapi berhubung rasa sakitnya pakai banget, jadi maem pudingnya gak banyak seperti biasanya, cuma separuh gelas aja udah stop.
Gak tega lihatnya, semoga cepet sembuh yaa anak gantengku, biar cepet main-main seperti biasanya lagi.

Kembali ke cerita puding ini, puding ini kesukaan anak gadisku, dulu waktu masih sekolah TK paling suka kalau bawa bekal ini. Jadi udah dipastikan ini puding favorit anak-anak. Enak banget kalau dimakan dingin-dingin. Rasa cokelatnya berasa banget. Cocok buat yang suka cokelat ^ ^






Buat cokelat lovers yang mau coba puding ini, berikut aku tulis resepnya yaa.....

PUDING DOUBLE COKELAT
by : Veronica Dhani

Bahan :
  • 1 bungkus agar-agar bubuk putih
  • 750 ml susu cokelat
  • 200 gr Dark Cooking Chocolate, potong kecil-kecil
  • 1 sdm cokelat bubuk ( pakai bensdrop )
  • 4 sdm gula pasir
Cara membuat :
  1. Campur semua bahan jadi satu, aduk sampai rata.
  2. Rebus sambil diaduk-aduk sampai mendidih.
  3. Angkat dan cetak sesuai selera.
* Bisa disajikan dengan saus vanila atau saus kesukaan keluarga.










Rabu, 20 Agustus 2014

NASI GANDUL KHAS PATI



Nasi gandul adalah makanan khas yang berasal dari daerah Pati Jawa Tengah. Sepintas mirip dengan semur daging dan gulai. Dinamakan nasi gandul karena pada awalnya penjual masakan ini membawa barang dagangannya secara dipanggul yang diujung-ujung bambu itu diikatkan bakul nasi pada satu sisidan kuali tempat kuah pada sisi yang lain. Sehingga saat penjual masakan ini berjalan memanggul bambu ini pundaknya untuk menjajakan  masakannya , kedua sisi bambu ini bergantungan bakul nasi dan kuali kuah secara mengantung ( gandul ).

Pada awalnya penjual nasi gandul ini berasal dari desa Gajahmati, Pati. Itulah sebabnya sering ditemui kata-kata Nasi Gandul Gajahmati. Walaupun pada akhirnya sering dtemui penjual nasi gandu yang tidak berasal dari desa Gajahmati tetap menuliskan kata desa Gajahmati pada spanduk tempat jual mereka.

Cara penyajian nasi gandul ini tergolong unik, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang. Makannya juga tidak menggunakan sendok, melainkan suru, yaitu dun pisang yang dipotong memanjang  dan dilipat dua untuk digunakan sebagai pengganti sendok. Namun biasanya para penjual tetap menyediakan sendok maupun garpu untuk persiapan apabila pembeli tidak dapat menggunakan suru.

Saat membeli nasi gandul biasanya hanya akan mendapatkan nasi putih ditambah kuah gandul dengan sedkit potongan daging sapi. Apabila lauk yang dberikan dianggap tidak cukup, pembeli dapat meminta tambahan lauk kepada pejual. Biasanya tambahan lauk yang tersedia pada nasi gandul adalah, tempe goreng,perkedel, telur bacem, daging sapi dan jerohan sapi. Tambahan lauk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan pembeli. ( Wikipedia )



Nah berhubung suamiku orang Pati, udah dipastikan donk kalau suka banget sama nasi gandul ini. Tiap ke Pati sudah kebiasaan sebelum nyampai rumah ibu mertua harus makan nasi gandul dulu. Katanya suami belum lega rasanya nyampai Pati kalau belum makan nasi gandul. Hihihihi padahal besoknya sampai kita balik ke Lumajang lagi juga beli nasi gandulnya tetep, gak bosen-bosen.

NASI GANDUL
Source : Tabloid KOKI Edisi 00108 Oktober 2007

Bahan :

  • 300 gr daging sapi/kerbau potong dadu
  • 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas memarkan
  • 1 batang serai memarkan
  • 2 sdm minyak goreng
Bumbu halus :
  • 6 siung bawang putih
  • 9 butir bawang merah
  • 2 buah kluwek, ambil isinya
  • 4 buah cabai merah
  • 1 cm kencur
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/4 sdt jintan
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya
Cara membuat :
  1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam,serai dan lengkias hingga harum.
  2. Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
  3. Tuang santan, masak dengan api kecil hingga daging lunak dan kuah mengental.\
  4. Sajikan dengan nasi putih.
* Nasi gandul biasanya dicampur juga dengan daun melinjo atau daun so
* Nasi gandul biasa disajikan dengan perkedel, tempe, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru dan hati sapi 
* Kecap manis berisi irisan cabai rawit biasa disertakan sebagai pelengkap nasi gandul